SAJAK KEPASRAHAN

mendung akhirnya tlah datang,
bulir – bulir hujan jatuh sejalan dengan air mata,
deru ombak seakan ingin katakan bait yang sama,
bait kepedihan yang terasa,
tapi salahkah bila ku inginkan sang bulan,
meskipun tanpa sayap yang bisa mengepak,
tuk terbang menggapainya,

kini yang tersisa hanya kata kepasrahan,
tuk hiasi setiap sajak yang ada,
karna dia berada terlalu tinggi,
terlalu jauh tuk didekati,

~ by agungekanugraha on August 5, 2008.

6 Responses to “SAJAK KEPASRAHAN”

  1. kok lagi-lagi kupu-kupu gung…

  2. @ okanegara : karna kupu – kupu itu indah dok

  3. wahhh penggemar kupu2 dunk mas

    sebelumnya kepasraan jangan pernah ada tapi yakinkan dengan keiklasan :D

  4. @ gelandangan : iya, kupu2 kan indah..hehe..
    iy d ga ad kpasrahan lagi tapi keiklasan.

  5. ayo kang jangan menyerahhhhhhh… gapai rembulan walopun memang nggak bisa (wew…sia2 dunks, gpp yg penting proses)

  6. Sebenarnya pasrah adalah satu keputusan juga, bisa jadi satu kekalahan ataupun kemenangan. Jangan takut untuk berpasrah, yang penting jangan menyerah pada waktu! Semangat…..

Leave a Reply